Umroh merupakan ibadah yang menjadi impian banyak umat Islam. Kesempatan untuk beribadah di Masjidil Haram, melihat Ka'bah secara langsung, dan menjalankan rangkaian manasik di Tanah Suci tentu menjadi pengalaman yang sangat berarti.
Namun, sebelum berangkat, calon jamaah perlu memahami tata cara umroh dengan benar. Pengetahuan ini membantu jamaah mengikuti setiap tahapan ibadah dengan lebih tenang, tertib, dan sesuai dengan tuntunan yang dipelajari.
Secara umum, rangkaian ibadah umroh meliputi ihram dan niat, tawaf, sa'i, serta tahallul, yang dilaksanakan secara tertib. Sebelum menjalankannya, jamaah juga perlu mempersiapkan dokumen perjalanan, kesehatan, perlengkapan, dan pengetahuan manasik.
Artikel ini membahas urutan tata cara umroh dari persiapan hingga ibadah selesai, khususnya bagi jamaah yang baru pertama kali berangkat.
1. Memahami Urutan Ibadah Umroh
Sebelum mempelajari setiap tahapan secara terperinci, berikut urutan umum pelaksanaan ibadah umroh.
Mempersiapkan diri dan mempelajari manasik umroh.
Bersuci, mengenakan pakaian ihram, dan berniat umroh pada waktu serta tempat yang sesuai.
Membaca talbiyah selama perjalanan menuju Masjidil Haram.
Melaksanakan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran.
Melaksanakan sa'i dari Safa menuju Marwah sebanyak tujuh perjalanan.
Melaksanakan tahallul dengan memotong atau mencukur rambut sesuai ketentuan.
Menyelesaikan rangkaian ibadah umroh.
Urutan tersebut merupakan gambaran umum. Ketentuan terperinci, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan kondisi khusus jamaah, sebaiknya dipelajari bersama pembimbing ibadah yang kompeten.
2. Melakukan Persiapan Sebelum Berangkat Umroh
Persiapan umroh bukan hanya tentang tiket, hotel, dan perlengkapan. Jamaah juga perlu mempersiapkan pemahaman ibadah, kondisi fisik, serta kesiapan mental.
a. Mempelajari manasik umroh
Pelajari rukun, wajib, sunnah, dan larangan ihram. Pahami pula apa yang harus dilakukan jika mengalami kendala ketika menjalankan ibadah.
Calon jamaah sebaiknya mengikuti bimbingan manasik dari penyelenggara perjalanan dan menyiapkan daftar pertanyaan untuk hal-hal yang belum dipahami.
b. Menjaga kondisi kesehatan
Rangkaian perjalanan umroh dapat melibatkan perjalanan panjang, perubahan cuaca, serta aktivitas berjalan kaki. Karena itu, jagalah kebugaran sebelum keberangkatan dan konsultasikan kebutuhan kesehatan dengan tenaga medis, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Ikuti pula ketentuan kesehatan dan vaksinasi yang berlaku untuk perjalanan pada waktu keberangkatan.
c. Menyiapkan dokumen dan perlengkapan
Pastikan dokumen perjalanan, identitas, informasi penerbangan, serta dokumen lain yang dipersyaratkan sudah lengkap.
Perlengkapan yang perlu dipersiapkan antara lain pakaian ihram sesuai ketentuan, pakaian sehari-hari, alas kaki yang nyaman, obat pribadi, dan tas kecil untuk membawa barang penting.
d. Memahami jadwal perjalanan
Ketahui jadwal penerbangan, lokasi hotel, transportasi, titik berkumpul, dan nomor kontak pembimbing atau petugas perjalanan. Informasi ini membantu jamaah mengikuti rombongan dengan lebih mudah.
3. Bersuci dan Mengenakan Pakaian Ihram
Sebelum memulai ibadah umroh, jamaah mempersiapkan diri untuk memasuki keadaan ihram.
Bersuci dengan mandi merupakan amalan yang dianjurkan sebelum ihram apabila memungkinkan. Jamaah juga dapat merapikan diri sesuai kebutuhan sebelum berniat ihram dan memperhatikan ketentuan yang berlaku setelah memasuki keadaan ihram.
Pakaian ihram bagi laki-laki umumnya berupa dua lembar kain tanpa jahitan yang digunakan sebagai pakaian ihram. Bagi perempuan, pakaian ihram berupa pakaian yang menutup aurat, sopan, dan tidak dimaksudkan untuk berhias secara berlebihan. Perempuan tidak diwajibkan memakai pakaian berwarna putih secara khusus.
Setelah memasuki keadaan ihram, jamaah wajib memperhatikan larangan ihram, antara lain larangan menggunakan wewangian, memotong rambut atau kuku, serta larangan lain sesuai ketentuan manasik.
Penting: Mengenakan pakaian ihram tidak dengan sendirinya berarti seseorang telah berniat ihram. Niat dan waktu memulai ihram perlu diperhatikan sesuai tuntunan.
4. Berniat Umroh di Miqat
Miqat adalah batas yang berkaitan dengan dimulainya ihram. Jamaah yang hendak melaksanakan umroh harus memperhatikan miqat sesuai rute perjalanan dan ketentuan yang berlaku.
Niat umroh dapat dilafalkan dengan kalimat:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً
Labbaika Allahumma 'umratan.
Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk melaksanakan umroh."
Lafal tersebut merupakan salah satu bentuk bacaan niat yang dikenal dalam manasik. Niat pada dasarnya berkaitan dengan maksud dalam hati untuk melaksanakan ibadah umroh; pelafalan membantu jamaah mengungkapkan niat tersebut.
Jamaah yang datang melalui jalur udara perlu mengikuti arahan pembimbing mengenai waktu dan tempat berniat ihram. Jangan menunggu sampai tiba di Masjidil Haram apabila rute perjalanan mengharuskan ihram dilakukan sebelumnya.
Setelah berniat, jamaah memasuki keadaan ihram dan wajib menjaga diri dari larangan-larangannya.
5. Membaca Talbiyah Selama Perjalanan
Setelah berniat ihram, jamaah dianjurkan memperbanyak bacaan talbiyah. Bacaan yang umum dilafalkan adalah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.
Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu."
Jamaah dapat membaca talbiyah berulang kali selama perjalanan sesuai tuntunan manasik. Pembimbing ibadah juga dapat menjelaskan kapan bacaan ini dihentikan sesuai urutan pelaksanaan umroh yang diikuti.
6. Melaksanakan Tawaf Sebanyak Tujuh Putaran
Tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dengan ketentuan tertentu. Tawaf umroh merupakan salah satu rukun umroh.
Berikut gambaran tata cara tawaf.
a. Memulai dari arah Hajar Aswad
Tawaf dimulai sejajar dengan Hajar Aswad dan dilakukan dengan menjadikan Ka'bah berada di sebelah kiri.
Apabila kondisi memungkinkan, jamaah dapat menghadap ke arah Hajar Aswad saat memulai putaran. Namun, jangan memaksakan diri untuk menyentuh atau mencium Hajar Aswad jika hal itu membahayakan diri sendiri atau mengganggu jamaah lain.
b. Mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran
Setiap putaran dihitung sesuai ketentuan tawaf, dimulai dari garis Hajar Aswad dan berakhir kembali di titik tersebut. Jamaah berjalan mengikuti arah tawaf bersama jamaah lainnya.
Jaga ketertiban, hindari saling mendorong, dan ikuti arahan petugas jika terdapat pengaturan arus jamaah.
c. Berzikir dan berdoa
Selama tawaf, jamaah dapat berzikir, berdoa, membaca Al-Qur'an, atau memanjatkan doa dengan bahasa yang dipahami.
Tidak ada keharusan menggunakan satu doa tertentu untuk setiap putaran. Jamaah tidak perlu terburu-buru menghafal banyak bacaan hingga kehilangan kekhusyukan atau mengabaikan keselamatan.
d. Menjaga ketentuan tawaf
Tawaf memiliki ketentuan yang perlu dipelajari, termasuk kesucian, batas area tawaf, dan cara menghitung putaran. Karena rincian hukumnya dapat berbeda menurut penjelasan fikih yang diikuti, jamaah sebaiknya mempelajarinya melalui pembimbing manasik.
Setelah menyelesaikan tujuh putaran, jamaah melanjutkan rangkaian ibadah sesuai tuntunan.
7. Melaksanakan Sa'i dari Safa ke Marwah
Sa'i adalah berjalan atau melakukan perjalanan antara Bukit Safa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh perjalanan. Sa'i merupakan salah satu rukun umroh.
Tata cara sa'i secara umum adalah sebagai berikut.
a. Memulai dari Safa
Jamaah menuju Safa dan memulai sa'i dari tempat tersebut. Bacaan zikir dan doa yang diajarkan dalam manasik dapat diamalkan di Safa.
b. Berjalan menuju Marwah
Jamaah berjalan dari Safa menuju Marwah mengikuti jalur sa'i yang telah disediakan. Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung sebagai satu perjalanan.
c. Kembali dari Marwah ke Safa
Perjalanan dari Marwah kembali ke Safa dihitung sebagai perjalanan berikutnya. Dengan demikian, sa'i dilakukan sebanyak tujuh perjalanan, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah.
Urutannya adalah:
Perjalanan 1: Safa ke Marwah.
Perjalanan 2: Marwah ke Safa.
Perjalanan 3: Safa ke Marwah.
Perjalanan 4: Marwah ke Safa.
Perjalanan 5: Safa ke Marwah.
Perjalanan 6: Marwah ke Safa.
Perjalanan 7: Safa ke Marwah.
d. Berjalan di area yang ditentukan
Pada bagian jalur yang ditandai dengan lampu hijau, laki-laki yang mampu dianjurkan berlari kecil sesuai tuntunan. Perempuan tetap berjalan biasa. Jamaah yang lanjut usia, sakit, atau memiliki keterbatasan fisik tidak perlu memaksakan diri dan dapat mengikuti ketentuan serta fasilitas yang diperbolehkan.
Selama sa'i, jamaah dapat berzikir dan berdoa. Utamakan keselamatan, ketertiban, dan kemampuan fisik.
8. Melaksanakan Tahallul
Tahallul dalam rangkaian umroh dilakukan dengan memotong atau mencukur rambut setelah menyelesaikan sa'i sesuai ketentuan. Tahapan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian umroh dan berkaitan dengan berakhirnya larangan ihram.
Bagi laki-laki
Laki-laki dapat mencukur rambut hingga gundul atau memendekkan rambut sesuai ketentuan yang dipelajari. Mencukur rambut secara menyeluruh dikenal sebagai pilihan yang memiliki keutamaan dalam tuntunan yang umum diajarkan.
Bagi perempuan
Perempuan memotong sebagian rambut sesuai ketentuan manasik yang diikuti, bukan mencukur rambut hingga gundul.
Gunakan jasa pemotongan rambut yang bersih dan aman. Jika terdapat kondisi khusus atau keraguan mengenai cara tahallul, mintalah arahan pembimbing ibadah.
Setelah tahallul dilakukan dengan benar, rangkaian ibadah umroh selesai dan jamaah dapat kembali melakukan hal-hal yang sebelumnya dilarang karena ihram, sesuai ketentuan syariat.
9. Apa yang Dilakukan Setelah Umroh Selesai?
Setelah menyelesaikan rangkaian umroh, jamaah dapat beristirahat, kembali ke hotel, dan melanjutkan agenda perjalanan sesuai jadwal.
Jika perjalanan mencakup Madinah, jamaah biasanya melanjutkan kunjungan sesuai paket yang dipilih. Perlu dipahami bahwa ziarah ke Madinah bukan bagian dari rukun umroh, meskipun sering menjadi bagian dari perjalanan umroh.
Jamaah juga dapat memperbanyak ibadah di Masjidil Haram dan menjaga sikap selama berada di Tanah Suci. Jangan memaksakan aktivitas tambahan hingga mengganggu kesehatan atau jadwal rombongan.
10. Larangan Ihram yang Perlu Diperhatikan
Selama berada dalam keadaan ihram, jamaah wajib memperhatikan sejumlah larangan. Di antaranya:
Menggunakan wewangian setelah memasuki keadaan ihram, sesuai ketentuan yang berlaku.
Memotong atau mencabut rambut dan memotong kuku.
Melakukan hubungan suami istri serta hal-hal yang mengarah kepadanya sesuai rincian hukum ihram.
Melakukan akad nikah atau menikahkan orang lain, menurut ketentuan fikih yang berlaku.
Memburu hewan darat liar yang dilarang diburu ketika ihram.
Bagi laki-laki, mengenakan pakaian yang dilarang dalam keadaan ihram dan menutup kepala dengan cara yang dilarang.
Bagi perempuan, menggunakan penutup wajah dan sarung tangan dalam ketentuan ihram yang umum diajarkan.
Rincian larangan, pengecualian, dan konsekuensi pelanggaran perlu dipelajari dari pembimbing manasik. Jika tidak sengaja melakukan sesuatu yang diragukan, jangan langsung menyimpulkan bahwa ibadah tidak sah atau menentukan sendiri kewajiban dam; segera tanyakan kepada pembimbing yang kompeten.
11. Tips Agar Ibadah Umroh Lebih Nyaman
Selain memahami tata cara ibadah, beberapa hal berikut dapat membantu jamaah menjalankan umroh dengan lebih baik.
Pelajari manasik sebelum berangkat. Jangan hanya mengandalkan ingatan terhadap urutan ibadah. Pahami cara pelaksanaan dan apa yang harus dilakukan ketika muncul kendala.
Catat informasi penting. Simpan nama hotel, alamat, nomor kontak pembimbing, dan titik berkumpul. Hal ini sangat membantu ketika berada di tengah keramaian.
Gunakan alas kaki yang nyaman. Pilih alas kaki yang sesuai dan mudah dikenali. Perhatikan pula aturan penggunaannya di area ibadah.
Jaga kondisi fisik. Istirahat yang cukup, minum sesuai kebutuhan, dan jangan memaksakan aktivitas tambahan ketika tubuh sudah lelah.
Utamakan keselamatan. Jangan berdesakan untuk menyentuh bagian tertentu dari Ka'bah. Menghindari bahaya dan tidak mengganggu orang lain juga perlu menjadi perhatian.
Ikuti arahan pembimbing dan petugas. Kondisi di lapangan dapat berubah karena kepadatan jamaah atau pengaturan akses. Ikuti arahan resmi yang berlaku.
12. Memilih Paket Umroh untuk Perjalanan Pertama
Bagi calon jamaah yang baru pertama kali berangkat, memilih paket umroh yang sesuai dapat membantu persiapan perjalanan menjadi lebih terencana.
Sebelum memesan, perhatikan beberapa hal berikut:
Legalitas penyelenggara: pastikan travel memiliki izin yang berlaku untuk menyelenggarakan perjalanan ibadah umroh.
Jadwal keberangkatan: sesuaikan dengan waktu yang tersedia dan kesiapan dokumen.
Durasi perjalanan: pahami jumlah hari perjalanan serta agenda selama di Arab Saudi.
Akomodasi dan lokasi hotel: periksa informasi hotel, jarak atau akses menuju tempat ibadah, serta fasilitas yang disediakan.
Transportasi dan konsumsi: pastikan rincian layanan dijelaskan dengan transparan.
Bimbingan manasik: cari informasi tentang pembimbing dan bentuk pendampingan ibadah.
Rincian biaya: pahami fasilitas yang termasuk dan tidak termasuk dalam harga paket.
Ketentuan pembayaran dan pembatalan: baca syarat pembayaran, perubahan jadwal, dan pengembalian dana sebelum melakukan transaksi.
Jangan memilih paket hanya berdasarkan harga terendah atau materi promosi. Bandingkan rincian layanan dan pastikan informasi yang diberikan dapat diverifikasi.
Anda dapat menjelajahi pilihan paket umroh untuk membandingkan jadwal, durasi perjalanan, fasilitas, dan harga dari penyelenggara yang tersedia sebelum menentukan pilihan.
Kesimpulan
Tata cara umroh secara umum terdiri dari ihram dan niat, tawaf tujuh putaran, sa'i tujuh perjalanan, serta tahallul. Setiap tahap memiliki ketentuan yang perlu dipelajari agar ibadah dapat dijalankan dengan benar.
Bagi jamaah pemula, memahami manasik sejak sebelum keberangkatan merupakan langkah penting. Lengkapi persiapan dengan menjaga kesehatan, menyiapkan dokumen, memahami larangan ihram, dan mengikuti arahan pembimbing ibadah.
Persiapan yang baik membantu jamaah menjalankan perjalanan dengan lebih tenang, tertib, dan fokus pada ibadah.
FAQ: Pertanyaan Seputar Tata Cara Umroh
1. Apa saja urutan ibadah umroh?
Urutan umum ibadah umroh adalah berniat ihram di miqat, membaca talbiyah, melaksanakan tawaf, melakukan sa'i, lalu tahallul sesuai ketentuan.
2. Berapa kali putaran tawaf saat umroh?
Tawaf umroh dilakukan sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka'bah, dimulai dan diakhiri sejajar dengan Hajar Aswad sesuai ketentuan.
3. Berapa kali perjalanan sa'i?
Sa'i dilakukan sebanyak tujuh perjalanan, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah. Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali.
4. Apakah niat umroh harus menggunakan bahasa Arab?
Niat pada dasarnya berkaitan dengan maksud di dalam hati. Lafal bahasa Arab dapat membantu jamaah mengikuti panduan manasik, tetapi jangan menganggap pelafalan tertentu sebagai satu-satunya cara berniat yang sah.
5. Apakah umroh selesai setelah tawaf?
Belum. Dalam urutan umum umroh, jamaah masih harus menyelesaikan sa'i dan tahallul sesuai ketentuan.
6. Apakah perempuan harus mencukur rambut saat tahallul?
Perempuan tidak mencukur rambut hingga gundul. Ia memotong sebagian rambut sesuai ketentuan manasik yang diikuti.
7. Apakah ziarah ke Madinah termasuk rukun umroh?
Tidak. Ziarah ke Madinah sering menjadi bagian dari paket perjalanan, tetapi bukan rukun umroh.
8. Apakah orang yang baru pertama kali umroh perlu mengikuti manasik?
Sangat dianjurkan untuk mempelajari manasik sebelum berangkat. Bimbingan ini membantu jamaah memahami urutan ibadah, larangan ihram, dan tindakan yang tepat jika menghadapi kendala.
